• ISTANA DALAM LOKA

    Rumah istana Sumbawa atau Dalam Loka adalah rumah adat atau istana yang didirikan dan dikembangkan oleh pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III di Pulau Sumbawa, tepatnya...

  • 7 TARIAN INDONESIA YANG DIKENAL DUNIA

    Kesenian tari bali ini memang sangat di kagumi oleh banyak wisatawan asing seperti wisatawan dari AS, Tailan, Australia, Jerman, Jepang...

  • KEBUDAYAAN SUKU TORAJA

    Taukah kalian bahwa indonesia merupukan negeri yang kaya akan suku,salah satunya adalah...

Jumat, 28 April 2017

KHASIAT MENYIRI YANG MENJADI BUDAYA ADAT TAU SAMAWA

Menyirih merupakan kebiasaan nenek-nenek dan kakek-kakek kita zaman dahulu. Daun sirih yang dicampur dengan pinang, gambir, kapur,   dan tembakau membuat mulut mereka menjadi merah-merah,seakan terlihat menjijikan,tetapi sebetulnya itu memiliki banyak khasiat.
Ternyata khasiat daun sirih yang digunakan untuk menyirih atau mama’ (Sumbawa) sangat menyehat kan , khususnya pada gigi dan gusi , walau pun rata-rata mereka telah berumur di atas 50 tahun, tetapi dengan kebiasaan menyirih ini membuat gigi mereka tidak tanggal satupun. Perilaku menyirih yang terdapat di Indonesia telah lama diketahui dan dilakukan oleh masyarakat.
Pada mulanya menyirih digunakan sebagai suguhan orang-orang atau tamu-tamu kehormatan, pada acara pertemuan atau pesta perkawinan. Menyirih tidak hanya berfungsi dalam ranah sosial budaya tetapi juga di percaya mempunyai manfaat bagi kesehatan. Salah satu contohnya yaitu menguatkan gigi, menyegarkan bau mulut, dan sebagai antiseptik penyakit.


Daun sirih memang memiliki banyak manfaat bagi manusia , karena memiliki kandungan dengan kadar yang berkisar atara 0,13%. Sirih mempunyai efektivitas terhadap bakteri gram dan bacillus subtilis.
 Sirih hijau bernama latin piper betle linn, dengan genus piperaceae, termasuk tanaman yang merambat pada tanaman lain. Sirih hijau kaya akan kandungan miyak atsiri, fenil propana, estragol kavicol, hidroksikavicol, taninm diastease, pati terpennena, dan gula. Kandungan minyak atsirinya yang banyak, dapat berfungsi sebagai anti jamur yang baik. Kapur sirih bermanfaat untuk penetral terhadap zat asam yang di hasilkan bakteri. Biji pinang berfungsi untuk memberikan rangsangan pada sistem saraf  pusat dan mengencangkan gusi. Gambir berfungsiuntuk obat mencret, perut mulas, dan mengencangkan gusi. Sedangkan tembakau berfungsi merangsang peredaran darah bagi tubuh.
Daun sirih tidak hanya yang berwarna hijau, sebetulnya ada juga sirih merah dan sirih hitam, masing-masing warna ternyata memiliki kandungan khasiat yang berbeda, yang akan kami bahas adalah kandungan dari sirih hijau. Namun itu  patut diketahui juga jika sirih hijau memiliki warna hijau muda, mengkilat dan segar, sirih merah ada tekstur kemerahannya dan sirih hitam dominan dengan warna hitamnya. Namun sayangnya, tidak banyak yang mampu meniru kebiasaan ini, generasi muda sekarang tidak tahu banyak  manfaat dari menyirih ini.

Manfaat Daun Sirih


Ponan Sebagai Adat Kebudayaan Sumbawa

MASYARAKAT di lima desa wilayah Kecamatan Moyo Utara, yakni Poto atau Bekat, Malili, Lengas, Senampar, serta Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa, setiap pekan kedua atau 3 Februari, berkumpul di suatu bukit bernama Ponan yang berada di tengah lahan persawahan yang disebut Orong Rea Desa Poto.  Lokasi ini bisa berjarak sekitar belasan kilometer dari pusat kota Sumbawa Besar. Ribuan orang datang ke tempat ini merayakan pesta Ponan, pada Minggu (10/02/2013) tepatnya pada minggu ketiga atau keempat masa tanam padi. Tradisi yang turun menurun ini merupakan simbolis dari wujud rasa syukur dan ajang memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hasil panen masyarakat setempat melimpah dan jauh dari kegagalan maupun hama.

Tradisi ini sejatinya sudah hidup dan mengakar di tengah masyarakat setempat sejak abad ke 15 Masehi. Berawal dari legenda Haji Batu yang memiliki nama Abdul Gafur.
Haji Batu atau Abdul Gafur yang dimakamkan di Bukit Ponan, seperti dikisahkan oleh tetua adat Ponan, diketahui sebagai pemuda asal Bekat yang dikarunia sebuah karomah dari sang Khalik Allah SWT.


Haji Batu yang menjadi inspirasi turun-temurun masyarakat setempat, ketika hidupnya meminta kepada warga agar jangan dimakamkan di tempat lain. Selain di bawah pohon pelam po’ (sejenis mangga ). “Kuber ku pang bawa puen pelam Po’ Nan “ atau dalam bahasa Indonesianya, bermakna kubur saya di bawah pohon mangga Po’ itu.
Karena pengaruh lafaz Po’ nan kemudian lebih dikenal disebut Ponan oleh masyarakat setempat. Kisah Haji Batu pun semakin dikenal oleh hampir semua warga di Kabupaten Sumbawa. Terutama setiap perayaan pesta syukuran Ponan di Orong Rea, Desa Poto, Kecamatan Moyo Utara.



Tradisi ini memiliki ciri khas terutama jenis kuliner yang sengaja disiapkan oleh kaum wanita. Tidak satupun kue yang dihidangkan berupa gorengan atau kue yang digoreng. Semua jenis kue yang dihidangkan seperti, petikal, buras, Range’maupun onde-onde tanpa gula. Semuanya harus dimasak dengan cara direbus dan dibakar untuk range’.  Sedangkan kue petikal dan buras harus dibungkus menggunakan daun kelapa dan daun pisang.
Penggunaan daun kelapa dan pisang ternyata bagi masyarakat setempat dianggap sebagai bentuk kehebatan nenek moyang mereka dalam menyikapi sesuatu. Pasalnya, dengan peringatan tradisi Ponan ini, masyarakat yang awalnya tidak menanam pisang dan kelapa akhirnya menanam kedua jenis tanaman ini. Hal ini dianggap sebagai bentuk pelestarian lingkungan.

Kenapa harus direbus ? Masyarakat setempat meyakini, dengan direbus akan menghasilkan uap. Uap hasil rebusan ini disimbolkan sebagai penguapan yang diharapkan akan menurunkan hujan untuk mengairi sawah petani. Ketua Lembaga Adat Ponan, Hatta Jamal, memaparkan, tradisi ini sejatinya diperingati sebanyak 2 hingga 3 kali dalam setahun. Namun dalam 6 tahun terakhir, lazimnya diperingati sekali dalam setahun di pekan kedua atau ketiga bulan Februari. Makna yang terkandung di dalam tradisi Ponan, yakni untuk memupuk tali silaturrahim antar masyarakat diiringi doa bersama untuk memohon kepada yang kuasa agar dalam berusaha ke depan selalu diberikan rejeki.



Suatu ketika beberapa tokoh adat setempat tidak merayakan tradisi Ponan. Ide ini ternyata berakibat pada menurunnya produksi tanaman padi petani setempat. Tanaman padi dirusak hama bahkan gagal panen. Boleh percaya atau tidak, tapi inilah keyakinan masyarakat kepada yang maha kuasa. (Ken)


Batik Tradisional Indonesia

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa). Yang merupakanwarisan nenek moyang bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaanMajapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan perkembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaanMataram, kemudian pada kerajaan Solo dan Yogyakarta.Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi turun menurun, sehingga kadang kalasuatu theme dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. 

Beberapa theme batik dapatmenunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini beberapa theme batik tradisional hanya dipakaioleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuaidengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. 

Khasanah budaya bangsaIndonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisionaldengan ciri kekhususannya sendiri.Perempuan-perempuan Jawa dimasa lampau menjadikan keterampilan mereka dalammembatik sebagai mata pencaharian sehingga dimasa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaaneksklusif perempuan.Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul dikenal sebagai batik top atau batik cetak sementara batik tradisional yangdiproduksi dengan tulisan tangan menggunakan inclining dan malam disebut batik tulis.




Jadi menurut teknik: 

• Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakantangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. 

• Batik top adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan top (biasanya terbuat dari tembaga). Expositions pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktukurang lebih 2-3 hari.
Artikel Kebudayaan Indonesia - Kebudayaan batik Indonesia
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat danselanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudianmenjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.Sedangkan ragam corak dan warna batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. 

Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas dan beberapa corak hanya boleh dipakaikalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar seperti para pedagang asingdan juga pada akhirnya para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoadan juga mempopulerkan corak phoenix (burung programming interface). 



Artikel Kebudayaan Indonesia - Kebudayaan batik Indonesia Nusantara
Artikel Kebudayaan Indonesia - Bangsa penjajah Eropa juga berminat pada batik dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah seperti gedung atau kereta kuda termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. 

Tetapi batik tradisional tetap mempertahankan coraknya dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapidalam perkembangannya pada masa Orde baru baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswasekolah dan pegawai negeri (batik Korpri) yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat.Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan olehkaum wanita. Sampai akhirnya setiap pegawai harus memakai batik pada setiap hari Jumat.



KEBUDAYAAN SUKU TORAJA

Taukah kalian bahwa indonesia merupukan negeri yang kaya akan suku,salah satunya adalah suku Toraja. Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidendereng dan dari luwu. Orang Sidendreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebuatn To Riaja yang mengandung arti “Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan”, sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah “orang yang berdiam di sebelah  barat”. Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja.

Suku toraja juga memiliki adat istiadat yang sangat unik,yaitu Rambu Solo adalah upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur mereka di sebuah tempat peristirahatan. Upacara ini sering juga disebut upacara penyempurnaan kematian karena orang yang meninggal baru dianggap benar-benar meninggal setelah seluruhprosesi upacara ini digenapi. Jika belum, maka orang yang meninggal tersebut hanya dianggap sebagai orang sakit atau lemah, sehingga ia tetap diperlakukan seperti halnya orang hidup, yaitu dibaringkan di tempat tidur dan diberi hidangan makanan dan minuman bahkan selalu diajak berbicara.

Puncak dari upacara Rambu solo ini dilaksanakan disebuah lapangan khusus. Dalam upacara ini terdapat beberapa rangkaian ritual, seperti proses pembungkusan jenazah, pembubuhan ornament dari benang emas dan perak pada peti jenazah, penurunan jenazah ke lumbung untuk disemayamkan, dan proses pengusungan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir.




Selain itu, dalam upacara adat ini terdapat berbagai atraksi budaya yang dipertontonkan, diantaranya adu kerbau,kerbau-kerbau yang akan dikorbankan di adu terlebih dahulu sebelum disembelih, dan adu kaki. Ada juga pementasan beberapa musik dan beberapa tarian Toraja. Kerbau yang disembelih dengan cara menebas leher kerbau hanya dengan sekali tebasan, ini merupakan ciri khas masyarakat Tana Toraja. Kerbau yang akan disembelih bukan hanya sekedar kerbau biasa, tetapi kerbau bule Tedong Bonga yang harganya berkisar antara 10 hingga 50 juta atau lebih per ekornya.



Suku Toraja juga memiliki keunikan lain yaitu rumah adatnya yang dikenal dengan sebutan Tongkonan serta lumbung-lumbung padi. Tongkonan dan lumbung-lumbung padi memiliki atap yang unik juga loh, konon Menurut data sejarah, penduduk yang pertama-tama menduduki/mendiami daerah Toraja pada zaman purba adalah penduduk yang bergerak dari arah Selatan dengan perahu. Mereka datang dalam bentuk kelompok yang dinamai Arroan (kelompok manusia). Setiap Arroan dipimpin oleh seorang pemimpin yang dinamai Ambe' Arroan (Ambe' = bapak, Arroan = kelompok).  Setelah itu datang penguasa baru yang dikenal dalam sejarah Toraja dengan nama Puang Lembang yang artinya pemilik perahu, karena mereka datang dengan mempergunakan perahu menyusuri sungai-sungai besar. Pada waktu perahu mereka sudah tidak dapat diteruskan karena derasnya air sungai dan bebatuan, maka mereka membongkar perahunya untuk dijadikan tempat tinggal sementara.Tempat mereka menambatkan perahunya dan membuat rumah pertama kali dinamai Bamba Puang artinya pangkalan pusat pemilik perahu sampai sekarang. Itulah sejarah mengapa rumah Tongkonan dan lumbung-lumbung padi Masyarakat Tana Toraja berbentuk perahu. Di rumah Tongkonan biasa terlihat banyak tanduk-tanduk kerbau serta tulang rahang kerbau atau babi, katanya sih, tanduk kerbau itu merupakan penghitung banyaknya kerbau yang dipotong di Tongkonan itu.




7 TARIAN INDONESIA YANG DIKENAL DUNIA

1. TARI BALI

Kesenian tari bali ini memang sangat di kagumi oleh banyak wisatawan asing seperti wisatawan dari AS, Tailan, Australia, Jerman, Jepang dan juga Cina, karena mereka suka dengan tarian anak bangsa indonesia yang semakin tersohor karena karya kesenian tari mereka ini. Banyak sekali turis yang mau berkunjung untuk bisa belajar tari bali karena mereka suka sekali dengan cerita dan juga pertunjukan seni bali itu sendiri, bali sangat banyak di temui sanggar tari apa itu tari seperti tari leak atau tari legong yang sudah sangat terkenal sekali.

2. TARI SAMAN


  Di antara beraneka ragam tarian dari pelosok Indonesia, tari saman termasuk dalam kategori seni tari yang sangat menarik. Keunikan tari saman ini terletak pada kekompakan gerakannya yang sangat menakjubkan. Para penari saman dapat bergerak serentak mengikuti irama musik yang harmonis. Gerakan-gerakan teratur itu seolah digerakkan satu tubuh, terus menari dengan kompak, mengikuti dendang lagu yang dinamis. Sungguh menarik, bukan? Tak salah jika tari saman banyak memikat hati para penikmat seni tari. Bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari 

3. TARI REOG PONOROGO


Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Reog juga sangat menghibur turis-turis yang datang ke Indonesia dan Reogpun menjadi salah satu tarian Indonesia yang mendunia.

4. TARI PENDET

Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di Pura, sebuah tempat ibadat bagi umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Tarian ini diciptakan oleh I Wayan Rindi. Rindi merupakan maestro tari yang dikenal luas sebagai penggubah tari pendet sakral yang bisa di pentaskan di pura setiap upacara keagamaan. Tari pendet juga bisa berfungsi sebagai tari penyambutan. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “tarian ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. tari Pendet hingga saat ini menjadi tontonan wajib wisatawan yang berkunjung ke Pulau
 

5. TARI KECAK



Kecak (pelafalan: /’ke.tʃak/, secara kasar “KEH-chahk”, pengejaan alternatif: Ketjak, Ketjack), adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisanKera membantuRama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.

Para penari yang duduk melingkar tersebut mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sigriwa.

Lagu tari Kecak diambil dari ritual tarian sanghyang. Selain itu, tidak digunakan alat musik. Hanya digunakan kincringan yang dikenakan pada kaki penari yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana.

Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya. Hingga saat ini tari Kecak menjadi tarian yang di kenal dunia lawat ciri khasnya yang tidak ada di negara manapun.

6. TARI KLASIK KRATON SURAKARTA

Disebut sebagai tari klasik Surakarta karena bersumber pada tradisi budaya di lingkungan kraton. Semua gerakan baik itu tangan, kaki, badan maupun kepala memiliki aturan sendiri-sendiri. Gerakan tertentu bahkan memiliki filosofi yang sarat pesan, tidak sekedar melambangkan sebuah aktivitas. Belum lagi pakaian yang harus dikenakan dan musik yang mengiringi. Unsur-unsur itulah yang membuatnya berbeda dengan tari-tarian rakyat yang bersumber pada ekspresi masyakarat tempat dimana tarian itu berkembang. Menikmati tari klasik jawa di tempatnya dilahirkan, ibarat menjadi bangsawan di masa kerajaan.

7. Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi



Ken Arok yang memerintahkan Singasari depalan abad lampau bergelar Sri Radjasa Bhantara sang Amurwabhumi itu bertandang di kraton Kasultanan Yogyakarta. Saat itu gending mendayu-dayu di pendapa ndalem Wironegaran di suatu malam yang anggun. Dan sang Amurwabhumi larut di sana, selama tiga puluh menit yang mempesona.

Begitulah kraton Yogyakarta membuka diri. Betapa sang Amurwabhumi hanya karya tari bedhaya, tapi kraton Kasultanan Ngayogyakarta yang terawat baik hingga di jaman kontemporer sekarang ini, tak menutup diri pada sejarah bangsanya, betapapun pahitnya dia. Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi itu diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X setahun setelah dinobatkan menjadi raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Karya seni tari yang dicukil dari serat Pararaton itu mengkisahkan pergulatan asmara serta kepemimpinan yang dipersembahkan Sultan HB X untuk mengenang ayahanda, Sri Sultan HB IX. Pergelaran tari itu memperlihatkan gerak dan penataan koreografis tanpa cacat dalam menggambarkan kisah Ken Arok dan sang Pradnya Paramitha Ken Dedes di sebuah masa yang berbunga dan padat politik kerajaan itu.

Menari memang tak hanya sekedar menghafal gerak. Menari adalah efek ekspresi jiwa, sehingga dengan begitu seluruh tubuh jumbuh, menyatu dalam sebuah kesatuan gerak. Gerakan tubuh bukan sekedar interprestasi dari fisik semata-mata, tapi juga batin. Roso. Perasaan.

Memang ada sebuah motif di sana. Pemerintahan Sang Amurwabhumi agaknya mengusahakan harmoni antara kepercayaan Hindu dan Budha. Di kraton Yogyakarta ada ketentraman budaya yang selalu diupayakan agar ia terawat baik, bagi kehidupan juga bagi bangsanya.

Kamis, 27 April 2017

RUMAH ADAT DAERAH SUMBAWA

Istana Dalam Loka 
Samawa





Rumah istana Sumbawa atau Dalam Loka adalah rumah adat atau istana yang didirikan dan dikembangkan oleh pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III di Pulau Sumbawa, tepatnya di  kota Sumbawa Besar. Terdapat pengertian dari Dalam Loka itu sendiri, yaitu kata “Dalam yang memiliki arti istana atau rumah yang ada di dalam istana dan “Loka yangmemiliki arti dunia atau juga tempat. Sehingga dapat disimpulkan pengertian Dalam Loka merupakan istana atau tempat hunian raja. Namun, penggunaan rumah adat Dalam Loka saat ini difungsikan untuk menyimpan benda atau artifak bersejarah milik Kabupaten Sumbawa.


Dalam Loka disusun oleh bangunan kembar yang disokong atau ditahan oleh 98 pilar kayu jati dan 1 pilar pendek (pilar guru) yang dibuat dari pohon cabe. Jumlah dari seluruh tiang penyokong adalah 99 tiang yang mewakili 99 sifat Allah dalam Al-Qur’an (Asmaul Husna). Di Dalam Loka ini terdapat ukiran-ukiran yang merupakan ukiran khas daerah Pulau Sumbawa atau disebut lutuengal yang digunakan untuk ornamen pada kayu bangunannya. Ukiran khas Pulau Sumbawa ini biasanya motif bunga dan juga motif daun-daunan.




Istana dalam loka dibangun mengarah ke selatan yaitu ke Bukit Sampar dan alun-alun kota dan hanya memiliki satu pintu masuk utama melalui tangga depan dan pintu samping melalui tangga kecil. Tangga depan yang dimiliki Dalam Loka tidak seperti tangga pada umumnya, tangga ini berupa lantai kayu yang dimiringkan hingga menyentuh tanah dan lantai kayu tersebut ditempeli oleh potongan kayu sebagai penahan pijakan  Bala Rea atau graha besar adalah dua bangunan identik yang terdapat di dalam rumah adat Dalam Loka yang setiap bangunannya memiliki fungsi.





Pada bagian dalam bangunan terdapat beberapa ruangan yaitu, Lunyuk Agung, Lunyuk Mas, Ruang Dalam, dan Ruang Sidang. Lunyuk Agung berada pada bagian depan bangunan yang difungsikan untuk ruang bermusyawarah, pernikahan, pertemuan atau acara kerajaan. Lunyuk Mas adalah ruangan utama untuk permaisuri, istri para menteri dan staf penting kerajaan saat  upacara adat. Ruang Dalam sebelah barat disekat oleh kelambu yang digunakan untuk tempat sholat, di sebelah utara adalah kamar tidur permaisuri. Ruang Dalam sebelah timur memiliki empat kamar khusus untuk keturunan raja yang sudah menikah dan di sebelah utara adalah kamar pengasuh rumah tangga istana. Ruang sidang terletak di bagian belakang Bala Rea, namun pada malam harinya digunakan oleh para dayang sebagai kamar tidur. Sedangkan kamar mandi terletak di luar ruangan utama yang memanjang dari kamar raja hingga kamar permaisuri.






Dan yang terakhir adalah Bala Bulo yang memiliki dua tingkat dan berada di samping Lunyuk Mas. Tingkat pertama adalah tempat permainan keturunan raja dan tingkat kedua adalah tempat permaisuri dan istri para bangsawan saat menyaksikan pertunjukan di lapangan istana. Anak tangga menuju tingkat dua berjumlah 17 anak tangga. Jumlah tersebut mewakili  17 rukun sholat. Di luar komplek ini terdapat kebun istana (kaban alas), gapura atau tembok istana (bala buko), rumah jam (bala jam) dan tempat untuk lonceng istana. Lonceng pada istana ini ukurannya sangat besar dan berasal dari Belanda. Pada masa itu, lonceng ini dibunyikan oleh seorang petugas setiap waktu, sehingga seluruh penduduk dapat mengetahui waktu saat itu.